Skip to content

kaTAkan Pada lelaKI itU I lOVE yOU

July 17, 2009

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Saya di kamar, tapi seolah menyaksikan (opo toh,,). Papa sakit, huaaaaaaaaaa big baby @ hum. Ayah ku perawakannya memang syerem,tinggi besar dan garang hoho tapiiiiiiii kalo udah sakit sedikit aja, cengeng banget deh.. heboh tralala trilili. Parodi dimulai dari jam 10 malam till drop (lebay mode on off) sampe subuh jam4 (g tau juga apa parodi nya masih lanjut atau karena saya yang sudah g sadar alias ketiduran jam segitu).

Pagi jam7 minta tolong ua’ buat jadi driver mauk anter papa ke dokter. here i am, my papa and my ua’ bertigaan ke dokter , muntaber kaya’ na sakit standar yang bisa jadi serius kalo sudah sampe dehidrasi.

Di tengah kondisi financial papa dan juga financial diriku yang g begitu bagus, kejadian ini membuat diriku merasa lebih takut, khawatir dan merasa tidak beguna dari sebelumnya (sedih mode on polllll) tapi menyadarkan diriku untuk menjadikan belio, menjadikan umur belio, menjadikan kesempatan yang masih belio miliki untuk menjadi sebuah tolok ukur dan motivasi hidup ini setelah cukup lama saya menjadi mayat hidup dan membiarkan diri ini secara sempurna menjadi mumi karena kehilangan PASSION (hal terpenting dalam hidup ini).

Sebenarnya ilmu ini sudah diriku dapat sejak jaman penjajahan belanda *halah*, sejak menjalankan oriflame tekhnik ini sudah sangat lumrah untuk menjadi alat moivasi para leader ketika kita sedang OTO (one to one). Dasar bengal aja, kenapa harus nungguin the power of kepepet baru bisa bergerak (inget NO BLAME jadi jangan menyalahkan karakter personality plus ya,, hoho)

Diriku melihat papa, dengan kacamata baru ini *pamerrr baru ganti kecemete* semua menjadi sangat jelas SANGAT SANGAT JELAS. Dari jok belakang diriku  melihat ternyata papaku  sudah tidak lagi muda. Belio 48 tahun,  terlihat jelas rambut putih nya koq banyak ya (makanya kacamata tuh dipake neng..!!! jangan dibeli aja.he,,) juga terlihat jelas garis usia di wajah nya, terlihat jelas kulit tangan beliau tidak lagi kencang (harap maklum, begini nih kalo yang menganalisa usia adalah seorang beauty consultan, hihiw).

Lalu lalu diriku  mulai menghitung realita. 48 tahun bukan lah usia yang masih muda, berapa lama lagi belio masih ada disini bersama kami, berapa banyak lagi waktu yang ku punya untuk berbakti dan membahagiakan belio. diriku terdiam sepanjang jalan, seorang melankolis menghitung dalam angan total kesempatan yang dimiliki untuk berbakti dan membahagiakan ayahanda nya. Sekiranya Tuhan ku memberikan waktu hanya 50 tahun untuk belio, sekiranya hanya 55 tahun, sekiranya cukup 60 tahun. Sayangnya kita tidak akan pernah tahu pasti,, huum cucian deh kita 😦

Lalu lalu lagi, sudahkah dan pernahkan diriku membahagiakan belio. diriku tau, sedikitttttttt saja kesuksesan dari seorang anak akan membuat orang tua sangattttttttt bahagia. Tapi sudah maksimalkah yang kita berikan pada mereka, untukku jawabannya udah jelas sangat belum BELUM APA APA.

Tuhanku, hanya Engkau yang tahu yang terbaik bagi hamba-MU. Apakah seorang aku hanya akan bergerak setelah dihadapkan dengan kondisi yang memaksa. Apakah harus mengulang derita untuk mulai berusaha. Haruskah yang terjadi pada keluarga ini dulu terjadi lagi, baru bisa membuatku bersemangat. Seandainya Engkau bertanya padaku maka ya Tuhanku Ku mohon pada Mu JANGAN.

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintai
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Advertisements
One Comment leave one →
  1. July 31, 2009 12:37

    rudi Like this *T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: