Skip to content

BagiKu ya Agamaku, bagImu mAna Ku TAu

August 25, 2009

Diriku terlahir sebagai muslim, adzan dibisikkan tepat ditelingaku bersautan dengan tangisan menderu setelah suster di rumah sakit bersalin santa maria membersihkan darah bunda dari tubuh dan menggunting tali pusar. Kakekku yai’ Abid yang mengazaniku, lelaki yang adalah ayahandaku tak berada disamping bunda untuk menggenggam erat tangannya saat buah cinta pertamanya sudah teramat ingin melihat dunia sehingga harus membuat bunda menjerit kesakitan dengan peluh dan darah bercucuran. Sedang diluar kota bekerja katanya (tsssahhhh,,, alasan klise tapi asleehh)

Mono, itulah yang kutahu tentang agama. Tak pernah ada pluralisme di keluarga besar ini, tak satu pun seingat ku (kalo’ g inget berarti maap aja ni mah). Aku tak dibesarkan dalam detail detail ISLAM secara kaffah (errrr… atau saklek..??), sekalipun ayah kakekku adalah ulama yang ternama dikampungnya (gitu aja diomongin,, :D) dan Yai’ abidku adalah yang sangat banyak khafalan entah apa saja dan ilmu pengobatan islam nya sungguh berguna (no  no bukan dukun, cuih..)

Bundaku mengamalkan banyak surat dan ayat dengan berpuasa, begitu juga saudara2 sekandung bunda.Selalu  membacakan ayat entah apa pada tampungan tanpa perantara tetes air hujan dalam gelas, “ini minum biar pinter, sudah mama doain”.

Melihat bunda dengan mukena nya mentilawahkan ayat ayat TUHAN kami adalah hal yang sangat biasa, sekalipun pada masa itu entah ayahandaku masih bolong atau tidak sholatnya sepertinya si masih :D.

Diantara banyak manusia dalam keluarga besar ku yang mengaku muslim sekalipun masih menemui dukun ketika kehilangan harta, lebih memilih zina daripada puasa untuk mengendalikan syahwatnya, sering mengalirkan cairan haram ke dalam tubuh nya, berjudi untuk membunuh waktu atau hanya sekedar sholat yang belum lima waktu. Seburuk apa pun kualitas penghambaan diri itu tetap bagiku agama hanya satu.

Tak pernah ada pembanding, bukan… bukan karena merasa paling benar. Lebih karena tak pernah ada argumen dan pandangan yang berbeda saja. Sungguh aku tak tau bagaimana sendainya terjadi pluralisme, mungkin aku akan lebih setuju dengan ajaran yang lain itu atau balik menjadi sangat meyakini tanpa ragu sedikitpun ajaran ayah bundaku. Selalu ada dua pilihan kan..??

Bersyukur masa kecilku dihabiskan bukan hanya di sekolah tempat ilmu dunia, bukan hanya di lapangan melepas tawa bersama anak anak sebaya lainnya, tapi juga dirumah bersama seorang ustad yang diminta bunda untuk membuatku menghafal begitu banyak doa, dzikir, ayat dan segambreng bacaan bacaan lainnya, mengajariku mentilawahkan ayat ayat TUHAN dengan benar, dengan merdu, dan dengan nyanyian syahdu meskipun yang terakhir ini aku menyerah tak bisa ustad susah kali beuh..!!! aku bersyukur karena pada saat memori otakku masih bekerja dengan sangat hebat, bunda membuat ku belajar tentang tauhidku.

Saat ini, ketika aku bisa meraba dunia dengan membaca. Mencoba memahami tauhidku lebih lagi dan sedikit mengenal juga mendengar ajaran yang lain. Masih tetap bagiku agama hanya satu.

Mungkin karena wanita, bagiku agama seperti rasa ini soal hati. Sekali lagi hati, bukan logika tentang benar dan salah mana lebih baik dan buruk. Ketika seorang merasa senang dan tenang dengan meghambakan diri meski belum seutuhnya pada zat yang dia akui adalah TUHAN pemilik jiwa,raga dan seluruh kehidupan maka sepenuhnya keyakinan itu akan bersarang selamanya, sampai pada titik dimana rasa itu tak lagi ada. Entah,, mungkin karena tak cukup pupukna, atau telah menemukan rasa lain yang lebih menggugah hingga memutuskan untuk berpindah.

Aku tak mau kehilangan rasa, maka ALLAH aku mohon perpindahan itu jangan pernah terjadi padaku..


menulis ini setelah membaca postingan bang toga justru setelah jadi muslim, aku tahu kristen itu benar

Advertisements
6 Comments leave one →
  1. September 27, 2009 22:26

    good
    http://cahaya.tk

  2. September 28, 2009 10:38

    thanx

    *beuhh serius amit yak gw jwab na *wall* nabrak dinding

  3. October 2, 2009 08:43

    yup, ga usah pake pindah2 segala. ngerepotin aja. 😀

  4. October 14, 2009 01:52

    klo pindah mesti ngangkutin semuanya, mulai dari awal lagi, adaptasi lagi,,,setuju sama bang Toga, ngerepotin….

    makanya saya jg nyamaaaannnn kali ditempat yg sekarang 😀

  5. October 14, 2009 08:29

    Toga Nainggolan :

    yup, ga usah pake pindah2 segala. ngerepotin aja. :D

    BETOLLL BETOLLL BETOLLLLL coba bayangin berapa ongkos pindahannya *ambil kalkulator* 😀

  6. October 14, 2009 08:32

    weirdaft :

    klo pindah mesti ngangkutin semuanya, mulai dari awal lagi, adaptasi lagi,,,setuju sama bang Toga, ngerepotin….

    makanya saya jg nyamaaaannnn kali ditempat yg sekarang :D

    huum huum huum, xixiixix ASAS g mau REPOT ngangkutin macem2 *kasi JEMPOL* 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: