Skip to content

Kita, cinta dan tubuh wanita

November 23, 2009

ku percaya alam pun berbahasa
ada makna di balik semua pertanda
firasat ini rasa rindukah atau kah tanda bahaya

Aku terbangun, tangan ku beku, butiran bening mengalir di sudut mata diikuti nafas yang tersengal. Mataku mengernyit diantara remang malam berusaha melihat kemana jarum jam menunjukkan angka. Sepertinya pukul tiga dini hari, kupejamkan mata dan butiran itu menjadi kucuran bersama deru nafasku yang semakin tak karuan. Ada apa dengan mu sayang aku membatin.

Hingar bingar dunia malam terkuak dari sepetak ruang terkenal, diskotik nama yang diberikan oleh para pecinta sang ruang. Aku untuk ke sekian kalinya dan masih sangat menikmati euforia ruang ini, bersama seorang teman menghabiskan malam. Gelas gelas eksotik, botol botol cantik, beberapa butiran, sekotak rokok, pemantik api, musik, dan wanita yang tak pernah mau dibilang murah. Let’s start this night..!!!!!!! I am home..!!!

Demi Tuhan angkat sayang kali ini bahkan mataku tak lagi bisa menembus cahaya dan mengirimkan pantulannya ke otak. Butiran bening itu sekarang seperti hujan. Aku menyerah, kecanggihan teknologi tak dapat membantuku malam ini PERCUMA entah berada dimana tuannya. SHIT..!!!!

Kakiku tak lagi mampu menopang diri, terlempar diantara tubuh tubuh yang bergoyang. Teriakan para penghuni ruang semakin membuatku tak sadar. Ada tubuh yang menarik ku keluar, sepertinya sang teman aku terlempar tersungkur pada sofa besar dipojok ruang. Cantik.. siapa dia, seorang wanita berseragam ruang diantara susunan gelas gelas eksotis dan botol botol cantik.

Jiwa ku tak mampu tenang, kuhabiskan malam bersama keresahan. Apa yang kau lakukan sayang kepalaku tertunduk berdoa diantara celah lutut yang kupeluk. Semoga bukan sesuatu yang buruk.

Keinginan tak lagi tertahan, anganku terus membayangkan lekukan lekukan si cantik yang berseragam. Kupaksa kaki menopang diri menghampiri nya. Tak perlu waktu lama, uang mempermudah segalanya.

Masih memeluk lutut dan tubuhku kelu pose tidur yang tak seharusnya. Cahaya, hangat, suara suara mesin ciptaan manusia selamat datang pagi. Sekejap dan aku siap, cermin kamarku tak pernah bohong aku memang selalu ingin memberikan yang terbaik untukmu. Tapi pagi ini mataku tak mau diajak kompromi sudahlah kali ini saja, peduli setan.

Ada tubuh wanita telanjang terbaring disampingku bukan tubuhmu sayang aku tahu, maafkan aku. Kepalaku masih terlalu berat untuk mengurusi tubuh itu, biarlah aku tak membangunkannya. Hanya ingin melanjutkan istirahat ketika mataku menangkap mu menangis terpaku entah sudah berapa lama terdiam di sudut pintu.

dan lihatlah sayang
hujan terus membasahi
seolah turun air mata

Sekarang aku semakin pintar menangis dalam diam, mendapatimu sekali lagi berbagi peluh dengan lain tubuh. Membayangkan yang terjadi di antara kalian samakah rasanya seperti ketika berbagi peluh denganku sayang jutaan makian kulontarkan tanpa suara. Lalu sepertinya kau terbangun, mengerutkan dahi dengan bantuan tangan semalam kamu mabuk sayang lalu memandang sejenak dia yang kau tiduri mungkin subuh tadi dan mendapatiku berdiri disudut pintu kamar ini.

juga posting di ngerumpi

Advertisements
14 Comments leave one →
  1. pieta_pietut permalink
    November 23, 2009 15:51

    Aqw menangis dsudut kamar itu bharap smua ini hnya mimpi Ω kamuflase belaka..kucoba terus pejamkan mata ini bhrp smw akan hilang dlm sekejap tp apa yg tjd it’s real..terlentanglah seorang gadis dgn sehelai selimut menutupi badanya..
    Tynta ni kepahitan yg hrs dihadapi dgn knytaan..aqw bhrp hidupku bs kuat(sperti gatotkaca hehe) stegar karang(sprti lagu rosa)hmm…thanks for the storymy best sista..

    • November 24, 2009 00:39

      this one for you, i love u i love u you know i do
      u rock sist…!!!!

      dangdutan aja nyok…!!!
      life goes onnnn :mrgreen:

  2. November 24, 2009 03:02

    huwaaaaaaaaaaaaa…itu lagu wajin gw, Queen….
    Marcel sayangkuh cintakuh… 😛
    xixixixixixix…

  3. November 24, 2009 03:02

    huwaaaaaaaaaaaaa…itu lagu wajib gw, Queen….
    Marcel sayangkuh cintakuh… 😛
    xixixixixixix…

  4. November 24, 2009 03:21

    Aduh saya suka sekali lho lagu marcel itu….
    dalem banged artinya…. 🙂

  5. November 24, 2009 04:24

    Waduh banyak tubuh disini …

    kabur aaahhh …
    celem

  6. November 24, 2009 09:36

    ah saya mau jalan jalan dulu di blog ini, lagian saya kagak nahan bacanya hehehe

    koment belakangan aja ya

  7. November 25, 2009 05:22

    hahh,,, sapa yan slingkuh.. hehehe

  8. November 25, 2009 09:01

    @ yessi & bunda zee, tol memang memang betol akor dah ni lagu tiada duanya

    @ pakDe, qiqiqiqi yakin celem…?? 😎

    @ omiyan, jiah..!!! 😯 eh eh kuq enggak nahan ci 😛

    @ dieka, si anu om 😆

  9. November 25, 2009 10:32

    membayangkan andai tubuh yang berdiri disudut pintu kamar diriku… Ya Allah.. *amit-amit gebrak-gebrak meja 10x*

  10. November 25, 2009 12:30

    ah sedih lagi *lap keringat* kekekekekk

  11. November 26, 2009 01:17

    Tubuh wanitanya tolong ditutupi ya… pake sepray juga gak papa…
    malu nih, lagi banyak yang ngeliatin disini…
    🙂

  12. November 26, 2009 05:52

    @ afni, stoppppp..!!! don’t even dare jeung. enggak buangke..!!

    @ om Z, jiakakaka lagi musim sediiiii 😆 😆 *sedi kuq ngakak, heh*

    @ kakak, menurut nara sumber tubuhnya si wanita sial itu memang ditutupi sepre kak. he..

  13. November 26, 2009 06:08

    aku datang untuk mengatakan kepada dunia malam dan wanita di keremangan malam tuk katakan . Duhai wanita datanglah dengan membawa sekeranjang insyaf sekotak dzikir di tengah malam dan sebungkus iman dan kaupun akan merasakan indahnya wanita sholehah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: