Skip to content

ARYA dan KIRANA

December 13, 2009

Namaku kirana.

Sebisaku menghadirkan yang indah untuk keluarga.  Berkutat dengan norma dan selalu ingin mematuhi semua. Lalu aku jenuh, sepertinya jiwa ku beku. Adakah dunia yang baru, dimana aku tak selalu harus patuh.

Metamorfosisku dimulai saat  usia ku tak lagi belasan. Bukan lagi kencuran seperti yang nenek sering bilang.

Aku jadi lebih terbuka memandang dunia, tak lagi takut dengan norma. ia memang selalu ada tapi bukan kewajibanku untuk selalu mematuhinya. Tidak, aku tidak menjadi sevulgar yang kau kira. Aku hanya senang karena menemukan kirana yang seutuhnya.

Namanya Arya.

Hari itu aku bertemu dengan nya, tak sengaja ketika menjelajah ranah maya. hmmm.. bagaimana aku melukiskannya dengan kata. bagiku dia sangat menggoda,dunia yang sama sekali berbeda dengan yang ku punya.

Seringkali aku menangis kesal karenanya, karena berbagai pemikiran yang sangat berbeda. dia dan logika kebanggannya sedang aku dengan segala rasa yang selalu kubawa. arya bilang berbeda itu indah dan sempurna

Ada banyak hal yang membuat kami tak sepaham, tapi arya selalu menutup pertengkaran dengan ~baiklah, aku yang salah~ kami bertengkar memang, melalui rangkaian kata atau tautan suara yang bagiku sangat terasa nyata.

Semakin lama aku merasa seperti gila, bercinta dengan yang tak nyata. Yang tak pernah kusentuh raganya, tak pernah kutatap matanya, tak pernah kugenggam tangannya hanya rangkaian rekam gambar dan suara yang kupunya.

Ah..!! ini gila,berkali kali aku ingin menyudahinya.

Tapi hingga sore ini tetap tak bisa

Gw arya, hidup gw biasa aja. gw belom pernah dipenjara yang artinya kesokjagoan gw sebagai lelaki masih terkendali dan gak ada tanda yang membekas dari kesokjagoan gw dulu. ada tato nama memang dipunggung gw, tapi itu seni bukan bekas kesokjagoan.

sekarang udah bukan lagi waktunya gw ikutan lomba cari dosa, cukup sudah semua ketololan sok jagoan gw. udah bukan masanya ngerasa keren dengan nongkrong sambil pegang botol malem malem dijalan, atau lomba nyerocos yang endingnya selau adu jotos.

Gw tinggal dipinggiran kota budaya dan sekarang umur gw duapuluhlima. Gw sarjana tapi sudah delapan bulan belom juga dapet kerja ha ha. untuk sekarang hidup gw cuma ada diantara motor – bengkel – orang tua – cari kerja – dan kirana.

Soal kirana, lu boleh bilang gw gila. gw ketemu dia gak sengaja, itu juga  lewat fasilitas maya. perempuan yang  membuat gw nyaman bicara sama dia sekalipun cara fikir kirana dan gw beda. dia selalu pake rasa atau mungkin semua perempuan begitu cuma gw aja yang gak tau. dan satu lagi, dia demen banget nangis hal yang paling gw gak suka. Jangan tanya gw kenapa kirana membuat gw nyerah pada logika. gw gak tauk jawabannya.

Gw pengen temuin dia dikotanya tapi kirana berada di pulau yang beda dan gw terbentur soal dana. jangan minta gw nadah dana orang tua, gw lelaki yang masih punya muka. lagian gw malu sama orangtuanya kalo ditanya kerja apa, F***..!!!

Yang gw percaya setiap keputusan itu ada resikonya, dan gw sudah  memilih kirana.

juga posting di ngerumpi

Advertisements
14 Comments leave one →
  1. December 13, 2009 10:32

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Keputusan harus diambil dan dipertanggungjawabkan dengan menikmati tanpa menyesali keputusan itu

  2. December 13, 2009 12:21

    bila cinta dia… jujurlah padaku…
    .
    .
    Cintaku bukanlah cinta biasa… jika kamu yang menemani…

  3. December 13, 2009 16:10

    Cinta itu anugerah, maka berbahagialah…..

  4. December 13, 2009 16:39

    Cerita ini ada di dunia nyata loh!
    Mirip dengan kisah kasih temen gw..

  5. December 13, 2009 22:37

    Well, I guess love makes the world go round and round, ya?
    When there is a will there is a way..

    Good luck to you – in the name of love 😀

    Kind regards from West Africa

  6. December 15, 2009 01:07

    Hmmm…. begitukah kisahnya…
    Kirana
    Sangat berani…
    Sangat berani melabuhkan hati
    dikala yang dimiliki hanyalah rangakaian gambar dan suara
    Arya
    Sangat berani…
    Sangat berani menyerah pada logika
    di saat hidupnya hanya berputar diantara motor, bengkel, ortu, cari kerja dan Kirana…

    ckckckck…(bukan cicak di dinding)
    aku disini menunggu…
    akankah dua pulau itu mengerut menjadi satu
    akankah Kirana dapat menyaksikan secara langsung
    Seni yang bukan kesokjagoan di punggung Arya… 🙂

  7. December 15, 2009 01:08

    @ alamendah, ihiy..!!! setuju ah sama komen si om

    @ jiwa musik, jiah…!!!!! malah nyanyi ahahhahaha edian kui om 😛

    @ kips, akorrrr akorrr kang :mrgreen:

    @ aliazblog, yaps ada banyak kisah beginian emang di dunia nyata 😉

    @ domba garut, eh,gudlak to me..??? 😯 hi hi 😆 oke lak kalok begituk

    @ kakak, huaaaaaaaaaa t e r h a r u 😥 😥
    kakak komen nya jago ah, ntar disampein deh sama mbak kirana en mas arya 😛

  8. December 15, 2009 06:04

    Itulah hidup butuh keputusan untuks ebuah kepastian

  9. December 15, 2009 08:46

    sekedar blogwalking.. baca sekilas postingan diatas.. tapi masih belum punya pendapat untuk dituliskan… kayaknya kunjungan perdana nih!!

  10. December 17, 2009 02:58

    btw, kirana cantik gak??? he he he

  11. December 18, 2009 03:10

    @ omiyan, dan pertanggungjawaban juga atas keputusan ya om 😉

    @ thepenks, 😯 mantengin dirimu kasih pendapat

    @ zulhaq, cantik dunk..!!! tapi tetep cantikan gw om huakakakaka jadi pengen mau 😳

Trackbacks

  1. ngomongin ANU, Asik apa SOQ asik..?? « DraMA QueeN O
  2. Kuku Kuku CANTIK itu « DraMA QueeN O
  3. aku tahu KITA « DraMA QueeN O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: